www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Peta politik Jawa Barat usai Deddy Mizwar 'sebatang kara'

Posted by On 21.18

Peta politik Jawa Barat usai Deddy Mizwar 'sebatang kara'

Merdeka > Politik Peta politik Jawa Barat usai Deddy Mizwar 'sebatang kara' Kamis, 28 Desember 2017 08:02 Reporter : Randy Ferdi Firdaus Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar salat Idul Adha 2017. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Gerindra sukses merayu PAN dan PKS untuk bergabung di Pilgub Jawa Barat 2018. Ketiga partai ini resmi mengusung Letjen (purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu untuk bertarung di Jawa Barat.

Padahal awalnya, ketiga partai ini hampir pasti mengusung Deddy Mizwar. Sayang, Gerindra pecah kongsi di tengah jalan dengan pemeran Nagabonar itu. Terlebih, Deddy lebih memilih jadi kader Partai Demokrat. Kini Deddy Mizwar seorang diri, sebatang kara belum memiliki koalisi. Bahkan terancam gagal nyalon karena hanya punya 12 kursi DPRD, kurang 8 lagi.

PKS, Gerindra, dan PAN umumkan lima Cagub-Cawagub Pilkada 2018 ©2017 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho


Posisi Sudrajat-Syaikhu sudah aman dengan total 27 kursi DPRD Jabar. Dengan rincian, PKS 12 kursi, Gerindra 11 kursi dan PAN 4 kursi. Syarat minimal maju Pilgub Jabar yakni 20 kursi DPRD.

Sementara lawan terkuatnya yakni Ridwan Kamil telah lebih dulu kant ongi tiket. Wali Kota Bandung ini didukung NasDem 5 kursi, PPP 9 kursi dan PKB 7 kursi. Tapi Ridwan juga tak lantas aman. PPP tengah digoyang Golkar untuk berpaling. Meskipun Ridwan dalam sejumlah kesempatan meyakini bahwa partai pengusungnya solid. Hanya tinggal menentukan calon wakilnya saja.

Dengan demikian, tersisa PDIP, Golkar dan Hanura yang belum punya pasangan. Kesempatan Deddy Mizwar maju Pilgub Jabar masih terbuka jika bisa merayu PDIP atau Golkar untuk merapat.

Golkar telah memutuskan untuk mendukung kadernya Dedi Mulyadi usai mencabut dukungan dari Ridwan Kamil. Dedi pun diminta cari rekan koalisi. Golkar tak menutup peluang untuk koalisi dengan Demokrat. Tapi dengan syarat.

"Dedi Mulyadi kesiapan mentalnya lebih unggul Demul (jadi Cagub). Perkara survei masalah waktu," kata Koordinator Pemenangan Pemilu Indonesia I Golkar, Nusron Wahid.

Seperti diketahui sejumlah lembaga survei menempatkan Ridwan Kamil masih memiliki elektabili tas terkuat di Pilgub Jabar. Nomor dua ada Deddy Mizwar, disusul oleh Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi di kantor merdeka.com ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko


Nusron tak masalah Golkar berkoalisi dengan siapapun. Tapi, harus ada nama Dedi Mulyadi baik sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur.

Keputusan politik yang paling dinanti di Jawa Barat adalah PDIP. Sendirian pun, PDIP bisa mencalonkan cagub dan cawagub karena memiliki 20 kursi DPRD Jawa Barat. Karena itu, hasil penjaringan cagub dan cawagub dari partai pemenang pemilu 2014 ini sangat dinanti dan bisa mengubah peta politik yang sudah terkristal ini.

PDIP rencananya baru akan umumkan calon pada 4 Januari 2018. Sederet nama telah dipertimbangkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini. Dari internal ada nama Puti G untur Soekarno dan Bupati Majalengka Sutrisno dan Sekretaris DPD Jabar Abdy Yuhana. Sementara dari kalangan eksternal ada mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Santer kabar menyebutkan PDIP akan menduetkan Dedi Mulyadi dengan Anton Chaliyan. Kabar inipun diamini oleh Anton yang mengklaim menjadi calon terkuat dari PDIP di Pilgub Jabar 2018.

"Saya kemungkinan besar, kalau rekomendasi memang belum, tapi Insya Allah kita dapat rekomendasi," kata Anton saat dihubungi merdeka.com, Selasa (19/12).

Anton Charliyan ©2017 Merdeka.com


Anton memang belum bicara langsung dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai pemegang prerogatif rekomendasi calon gubernur dari PDIP. Tapi dia yakin betul dengan sejumlah sumber yan g diterima soal rekomendasi dari PDIP itu.

"Kita ada bisikan dari sana sini, kan kalau secara langsung kan belum, ini kan nanti mendahului, tapi kemarin dari bisikan, bahwa kita yang paling kuat, kita kan juga monitor," kata Anton lagi.

Anton tak mau berspekulasi akan dipasangkan dengan siapa di Pilgub Jabar. Dia menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada parpol koalisi. Tapi dia yakin, bisa bekerja sama dengan siapapun nanti saat dipasangkan dengan calon lain. [rnd]

Baca Juga:
Bukan Emil, Ketum Golkar pastikan Dedi Mulyadi segera dapat pasanganPresiden PKS: Terima kasih Pak Deddy MizwarCharly Van Houten lamar posisi Bacawagub Jabar ke PKBEmpat alasan PKS pilih Sudrajat ketimbang Deddy Mizwar di JabarDitinggal PKS dan PAN, Demokrat merapat ke Golkar demi usung Deddy MizwarUrusan partai koalisi, Ridwan Kamil tak mau lagi ditanya soal wakilIni Bacagub di 5 daerah usungan Gerindra, PKS dan PAN
Topik berita Terkait:
  1. Pilgub Jabar
  2. Deddy Mizwar
  3. Dedi Mulyadi
  4. Ridwan Kamil
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Berita 24 Jabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »