www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Wabah Difteri di Indonesia Tak Terjadi Mendadak

Posted by On 18.42

Wabah Difteri di Indonesia Tak Terjadi Mendadak

Sejumlah siswa taman kanak-kanak mendapatkan imunisasi difteri di Puskesmas Kalimulya, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/12/2017). Kota Depok masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB) difteri setelah sejak November 2017, kasus infeksi difteri di Jawa Barat mencapai 109 kasus, 13 orang di antaranya meninggal.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Sejumlah siswa taman kanak-kanak mendapatkan imunisasi difteri di Puskesmas Kalimulya, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/12/2017). Kota Depok masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB) difteri setelah sejak November 2017, kasus infeksi difteri di Jawa Barat mencapai 109 kasus, 13 orang di antaranya meninggal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Indonesia dianggap sebagai yang tertinggi di dunia karena banyaknya kasus yang ditemukan. Serangan bakteri yang menimbulkan kematian ini sejatinya bukan terjadi secara mendadak.

Sejauh ini KLB difteri terjadi di 142 kabupaten/kota dengan jumlah kasus mencapai 600 dan korban meninggal 38 orang.

Menurut Dr.dr.Hindra Irawan Satari SpA (K), konsultan infeksi tropik, KLB difteri yang sekarang ini terjadi merupakan dampak dari rendahnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini seperti bom yang meledak karena dalam 8-9 tahun terakhir cakupan imunisasi kita rendah dan banyak pihak lalai. KLB difteri tidak datang tiba-tiba, sudah ada lampu kuning sejak lama," ujar dokter yang akrab disapa dr.Hinki dalam acara diskusi media yang diadakan Forum Ngobras di Jakarta, Selasa (19/12).

Ia menjelaskan, KLB difteri sudah muncul 9 tahun lalu di Jawa Timur dan Palangkaraya. "Wakt u itu masih banyak yang cuek. Setelah sampai di Jakarta baru semua gelisah," ujarnya.

Hinki mengatakan, cakupan imunisasi DPT secara nasional memang tinggi. "Namun kalau dilihat per kabupaten, kecamatan, atau kelurahan, ada kantong-kantong yang cakupan imunisasinya sangat rendah. Inilah yang menyebabkan difteri meledak," papar dokter dari RSCM Jakarta ini.

Penyakti difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini sudah dikenali sejak ratusan tahun lalu dan vaksinnya mulai digunakan sejak tahun 1890.

“Jadi, vaksin bukan barang baru. Lalu kenapa sekarang jadi takut divaksin?” tegasnya.

Pemberian vaksin DPT untuk mencegah difteri dilakukan beberapa kali sejak anak masih bayi sampai usia 10 tahun.

Dijelaskan oleh Prof.Dr.Sri Rezeki Sp.A(K), setelah vaksinasi DPT di usia anak-anak lengkap, tetap harus diulang setiap 10 tahun sekali, sampai usia dewasa. "Karena kekebalannya akan terus turun sehing ga harus diulang," katanya.

Yang pasti, kampanye soal vaksin harus diulang-ulang terus. “Kita harus terus konsisten. Jangan malas dan bosan, karena itulah yang ditunggu oleh kelompok antivaksin,” tandas Hinki.

Berita Terkait

Kemenkes: Tidak Diimunisasi Berisiko Besar Terkena Difteri

Imbauan Menkes agar Anak Tak Terkena Peny akit Difteri

Vaksinasi Difteri dan Racun Bakteri yang Mematikan

Terkini Lainnya

Minum Susu Bikin Sekeluarga Tidur Nyenyak, Ini Buktinya!

Minum Susu Bikin Sekeluarga Tidur Nyenyak, Ini Buktinya!

BrandzView 20/12/2017, 09:09 WIB Bisakah Penyakit Difteri Disembuhkan?

Bisakah Penyakit Difteri Disembuhkan?

Feel Good 20/12/2017, 08:07 WIB

Bagaimana Tindik Mempengaruhi Bentuk Wajah Kamu?

Look Good 20/12/2017, 07:13 WIB Bagaimana Kenalkan Mainan 'Pistol' untuk Anak?

Bagaimana Kenalkan Mainan "Pistol" untuk Anak?

Feel Good 20/12/2017, 06:00 WIB Hati-hati, Jangan Kritik Gambar Karya Anak Anda

Hati-hati, Jangan Kritik Gambar Karya Anak Anda

Feel Good 19/12/2017, 21:00 WIB Wabah Difteri    di Indonesia Tak Terjadi Mendadak

Wabah Difteri di Indonesia Tak Terjadi Mendadak

Feel Good 19/12/2017, 19:27 WIB Melacak Sejarah Kuno Resolusi Tahun Baru

Melacak Sejarah Kuno Resolusi Tahun Baru

Feel Good 19/12/2017, 19:00 WIB Mari 'Pupuk' Kreativitas Anak dengan Mainan, Begini Caranya...

Mari "Pupuk" Kreativitas Anak dengan Mainan, Begini Caranya...

Feel Good 19/12/2017, 16:29 WIB 20 Desain Boneka dari Anak Indonesia Ikut Lomba Internasional IKEA

20 Desain Boneka dari Anak I ndonesia Ikut Lomba Internasional IKEA

Feel Good 19/12/2017, 15:00 WIB Tips Pakai Sepatu Baru Tanpa Sakit dan Lecet

Tips Pakai Sepatu Baru Tanpa Sakit dan Lecet

Look Good 19/12/2017, 15:00 WIB Rambut Rusak Usai Olahraga? Jangan Diabaikan!

Rambut Rusak Usai Olahraga? Jangan Diabaikan!

BrandzView 19/12/2017, 13:26 WIB Waspadai, Pekerjaan Bisa Picu Naiknya Berat Badan

Waspadai, Pekerjaan Bisa Picu Naiknya Berat Badan

Look Good 19/12/2017, 12:19 WIB

Cek Gangguan Pertumbuhan Janin di Usia 32 Minggu

Feel Good 19/12/2017, 12:00 WIB Tampil Wah dengan Denim Sederhana Seperti Pilihan Selena Gomez

Tampil Wah dengan Denim Sederhana Seperti Pilihan Selena Gomez

Look Good 19/12/2017, 11:00 WIB 29 Desainer Muda Berkompetisi dalam IYFDC 2018

29 Desainer Muda Berkompetisi dalam IYFDC 2018

Look Good 19/12/2017, 10:00 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »