www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bisnis Tol di Indonesia Dianggap Tak Lagi Seksi

Posted by On 15.24

Bisnis Tol di Indonesia Dianggap Tak Lagi Seksi

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Pemerintah terus mengajak swasta untuk memberikan kontribusi lebih di dalam pembangunan infrastruktur. Salah di antaranya yaitu di sektor jalan tol.

Dalam medio 2015-2019, pemerintah menargetkan dapat merampungkan pembangunan tol baru hingga 1.800 kilometer. Namun, di tengah rencana tersebut, pemerintah justru mengeluarkan wacana penurunan tarif tol.

Menurut Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya Hilman Muchsin, wacana tersebut membuat bisnis tol tak lagi seksi bagi swasta.

Baca juga : Soal Wacana Penurunan Tarif, Pengusaha Jalan Tol Belum Diajak Bicara

Pasalnya, tidak ada kepastian tarif yang ditetapkan pemerintah, sehingga berpotensi membuat badan usaha jalan tol semakin lama dalam mengembalikan investasi mereka.

“Kalau tarif diturunkan lagi, udah itu enggak ada lagi kepastian usaha di jalan tol. Kar ena di jalan tol itu hanya dua (alasan) orang bisa masuk. Satu lewat tarif, dua lewat konsesi. Itu saja,” kata Hilman kepada Kompas.com, Senin (26/3/2018).

Tol Ngawi Kertosono yang siap untuk dioperasikan.Dok. PT Ngawi Kertosono Jaya Tol Ngawi Kertosono yang siap untuk dioperasikan.Dalam menentukan tarif, Hilman menjelaskan, badan usaha tidak melakukannya secara sembarangan.

Dasar perhitungan tarif diperhitungkan dari lamanya konsesi yang diterima dan investasi yang dibenamkan badan usaha.

Baca juga : Tarif Tol Dianggap Mahal, Ini Penjelasannya?

Pengaturan tarif kemudian dituangkan di dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang disepakati bersama antara pemerintah dan investor di awal perjanjian.

PPJT juga mengatur rencana kenaikan tarif setiap dua tahun sekali, yang menjadi hak investor dalam rangka pengembalian investasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kalau tarifnya sudah goyang, ya bubar. Kan tarifnya ditentukan sejak awal,” cetus Hilman.

Ia menambahkan, penentuan besarnya tarif juga berpengaruh terhadap rencan bisnis perusahaan.

Oleh karena itu di dalam penentuannya, badan usaha tidak boleh melakukannya secara asal-asalan. Sebab, bila salah dalam penentuannya justru badan usaha lah yang akan dirugikan.

Gerbang Tol Brebes Timur. Tarif untuk melintasi Tol Pejagan-Brebes Timur Rp 20.000.Hilda B Alexander/Kompas.com Gerbang Tol Brebes Timur. Tarif untuk melintasi Tol Pejagan-Brebes Timur Rp 20.000.“Karena kalau tarifnya kita salah tarif di awal, misalnya konsesi 35 tahun, menderitalah kita rugi 35 tahun,” imbuh Hilman.

Baca juga : Asosiasi Tol Siap Diskon Tarif 50 Persen Kendaraan Logistik

Ia menambahkan, salah satu faktor terbesar di dalam penentuan tarif awal saat tol beroperasi yakni biaya pembangunan dimana di dalamnya terdapat pembebasan lahan.

Sering kali kendala yang dihadapi badan usaha dalam membangun jalan tol adalah proses pembebasan lahan yang lamban. Akibatnya, harga lahan semakin lama semakin naik.

Tak jarang badan usaha membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan pembiayaan pembebasan lahan. Dengan harapan lahan dapat bebas dengan cepat, sehingga konstruksi pun bisa segera dimulai.

Namun, biaya yang dikeluarkan pun harus diperhitungkan di dalam dasar penentuan tarif itu.

Jembatan Klodran di Tol Solo-KertosonoGARRY ANDREW LOTULUNG/Kompas.com Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono“Kalau sudah begitu, tarif masih nanggung, terus diturunkan lagi, ya habis kita. Kelayakan sudah pasti drop, enggak menarik lagi bisnis jalan tol,â € cetus Hilman.

Hingga kini, pemerintah belum berkomunikasi dengan badan usaha terkait rencana penurunan tarif tol. Terutama, tarif untuk kendaraan Golongan 3, 4, dan 5.

Ia pun berharap agar persoalan ini dapat segera dibahas bersama pemerintah.


Terkini Lainnya

Bisnis Tol di Indonesia Dianggap Tak Lagi Seksi

Bisnis Tol di Indonesia Dianggap Tak Lagi Seksi

Berita 26/03/2018, 23:52 WIB Asosiasi Tol Siap Diskon Tarif 50 Persen Kendaraan Logistik

Asosiasi Tol Siap Diskon Tarif 50 Persen Kendaraan Logistik

Berita 26/03/2018, 23:31 WIB Soal Wacana Penurunan Tarif, Pengusaha Jalan Tol Belum Diajak Bicara

Soal Wacana Penurunan Tarif, Pengusaha Jalan Tol Belum Diajak Bicara

Berita 26/03/2018, 23:12 WIB Tarif Tol Dianggap Mahal, Ini Penjelasannya…

Tarif Tol Dianggap Mahal, Ini Penjelasannya…

Berita 26/03/2018, 22:52 WIB Pengamat: Kampung Warna-warni Jakarta, Hanya Kosmetik

Pengamat: Kampung Warna-warni Jakarta, Hanya Kosmetik

Berita 26/03/2018, 22:33 WIB Perkuat Bogor, Kalindo Optimistis Tembus Target di Tahun Politik

Perkuat Bogor, Kalindo Optimistis Tembus Target di Tahun Politik

Perumahan 26/03/2018, 22:13 WIB Jakarta Warna-warni, Persoalan Sosial yang Belum Beres

Jakarta Warna-warni, Persoalan Sosial yang Belum Beres

Berita 26/03/2018, 12:05 WIB Hidup Sehat Bebas Polusi Dimulai dari Hunian Anda...

Hidup Sehat Bebas Polusi Dimulai dari Hunian Anda...

BrandzView 26/03/2018, 09:13 WIB Harga Tanah di Summarecon Bekasi Tembus Rp 24 Juta Per Meter Persegi

Harga Tanah di Summarecon Bekasi Tembus Rp 24 Juta Per Meter Persegi

Berita 25/03/2018, 21:04 WIB Pasar 'Working Class' Bekasi Tak Pernah Mati

Pasar "Working Class" Bekasi Tak Pernah Mati

Beranda 25/03/2018, 17:00 WIB 5 Hal Wajib Menata Teras Minimalis

5 Hal Wajib Menata Teras Minimalis

Eksterior 25/03/2018, 15:05 WIB Segera Beroperasi, Begini Penampakan Terminal Baru Bandara Ahmad Yani

Segera Beroperasi, Begini Penampakan Terminal Baru Bandara Ahmad Yani

Berita 25/03/2018, 13:25 WIB 5 Cara Mudah Wujudkan Ruang Ideal untuk Bermain Anak

5 Cara Mudah Wujudkan Ruang Ideal untuk Bermain Anak

Interior 25/03/2018, 10:46 WIB Bidik Pembeli Milenial, Summarecon Tawarkan Cicilan DP 25 Kali

Bidik Pembeli Milenial, Summarecon Tawarkan Cicilan DP 25 Kali

Hunian 24/03/2018, 22:31 WIB Poles Danau Toba, Pemerintah Bangun Tol dan Jalur Lingkar

Poles Danau Toba, Pemerintah Bangun Tol dan Jalur Lingkar

Berita 24/03/2018, 21:12 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »