www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Gunung sampah plastik raksasa menyumbat sungai di Indonesia

Posted by On 02.46

Gunung sampah plastik raksasa menyumbat sungai di Indonesia

]]> Gunung sampah plastik raksasa menyumbat sungai di Indonesia

Sampah di IndonesiaHak atas foto David Shukman
Image caption Seperti halnya negara-negara berkembang, Indonesia menghadapi masalah sampah yang akut.

Krisis limbah plastik di Indonesia telah begitu akutnya sehingga tentara dikerahkan untuk memberikan bala bantuan, khususnya untuk menangani masalah sampah di Sungai Citarum, di Jawa Barat. Masalah yang masih menghantui Indonesia ketika dunia memperingati Hari Bumi, yang jatuh hari Minggu (22/04).

Sungai-sungai dan selokan-selokan di Indonesia tersumbat oleh botol, tas dan kemasan plastik lainnya.

Para pejabat mengatakan mereka seperti terlibat dalam "pertempuran" melawan sampah yang menumpuk secepat mereka membersihkannya.

Komandan unit militer di kota Bandung menggambarkannya sebagai "musuh terbesar kita".

Seperti banyak negara berkembang, Indonesia dikenal bukan untuk urusan positif, namun karena kerepotan dalam mengatasi gunung-gunung sampah.

  • Indonesia bantah menyumbang sampah plastik terbesar di kawasan
  • Bangkok hadapi masalah sampah warga yang berbelasungkawa
  • Perkenalkan Hawuko, kompor berbahan bakar sampah yang mengalirkan listrik

Ledakan jumlah penduduk antara lain berdampak pada merajalelanya wadah, pembungkus, serta kantong plastik yang menggantikan kemasan alami dan tradisional yang mudah terurai di alam seperti daun pisang.

Akibatnya, upaya pemerintah-pemerintah setempat untuk mengumpulkan dan mengelola sampah tidak mampu mengikuti ekspansi dramatis dari sampah yang dihasilkan warga.

Dan budaya lama membuang sampah ke selokan dan sungai menunjukkan bahwa setiap upaya untuk membersihkan lingkungan membutuhkan perubahan besar dalam pola pikir masyarakat.

'Pemandangan mengguncangkan'

Di Bandung, kota terbesar ketiga di Indonesia, kami menyaksikan pemandangan mengguncangkan: konsentrasi sampah plastik yang begitu tebal sehingga tampak seperti gunung es dan menyumbat sebuah anak sungai utama.

Tentara dikerahkan di atas tongkang menggunakan jaring untuk mencoba menguraikan kantong plastik, kotak makanan dan botol styrofoam: usaha yang tampak sia-sia karena sepanjang waktu makin banyak saja limbah plastik mengalir ke arah mereka dari hulu.

Hak atas foto David Shukman
Image caption Konsentrasi sampah plastik yang nyaris menutup permukaan anak sungai di Bandung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Dr Anang Sudarna, mengatakan kepada saya bahwa persoalan ini 'mustahil dipecahkan tanpa campur tangan otoritas tertinggi".

Itu sebabnya dia mengambil langkah drastis untuk meminta presiden Indonesia untuk mengirimkan tentara, dan langkah itu memang ada hasi lnya, kata Dr Sudarna.

"Hasilnya sedikit membaik ... tapi saya marah, saya sedih. Saya mencoba memikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan hal ini ... yang paling sulit adalah perilaku warga dan kemauan politik," kata Sudarna kepada editor lingkungan BBC, David Shukman.

Hak atas foto Kate Stephens
Image caption Tentara dikerahkan untuk bersihkan sampah plastik di sungai.

Serangan langsung

Untuk Sersan Sugito, komandan satuan tentara di Kodam Siliwangi, tugas itu baru dan tidak biasa dan "tidak semudah membalik tangan".

"Musuh saya saat ini bukan musuh di pertempuran, apa yang saya perangi saat ini adalah sampah, itu adalah musuh terbesar kita."

Namun dia juga mengatakan bahwa ada plastik-plastik yang diakui berharga misalnya, karton plastik dan botol minum dapat dipisahkan dari sampah lain dan dijual.

Mendorong orang untuk melihat plastik sebagai sumber daya adalah langkah kunci untuk menemukan solusi terhadap krisis ini.

Hak atas foto Kate Stephens
Image caption Warga mendapatkan uang dengan menyortir sampah plastik.

Untuk mendorong daur ulang, pihak berwenang di wilayah Bandung mendukung prakarsa "desa ramah lingkungan". Warga dapat membawa barang-barang lama dari plastik dan mendapatkan sejumlah kecil uang sebagai imbalan.

Plastik kemudian dibagi berdasarkan jenisnya. Dalam satu proyek yang kami kunjungi, dua perempuan dengan sabar memotong botol dan cangkir plastik kecil karena memisahkan berbagai jenis polimer menghasilkan harga yang lebih mahal.

Para pejabat optimistis bahwa kabar akan menyebar bahwa plastik itu memiliki nilai dan meningkatkan kesadaran akan masalah sampah plastik. Tetapi mereka juga mengakui secara pribadi bahwa banyak warga yang tetap tidak tertarik atau tidak dapat melihat inti masalahnya.

Sementara itu, di satu-satunya lokasi TPA di Bandung -yang hanya menampung segelintir saja dari limbah yang dihasilkan kota- daur ulang tidak resmi sedang berlangsung.

Generasi berikut

Di sebuah bukit yang terkubur dalam sampah, di tengah bau busuk yang luar biasa dan panas menyengat, sekitar 500 orang pemulung merubungi setiap kiriman sampah yang baru datang untuk mencari produk-produk plastik.

Ketika saya bertanya pada seorang pria pemulung, yang menyelinap keluar dari jalur ekskavator, apa yang dia c ari, dia merogoh sebuah kantung dan mengacungkan sebuah botol plastik.

Pekerjaan ini sangat berat tetapi menghasilkan pendapatan yang mendukung seluruh keluarga yang tinggal di tempat pembuangan sampah itu, dan itu juga menunjukkan bahwa ada pasar untuk plastik daur ulang dan lebih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk melayaninya.

Menurut Mohamad Bijaksana Junerosano, pegiat dari Greeneration, sebuah LSM yang berusaha mengubah prilaku orang, solusinya harus melibatkan penegakan hukum, pendidikan dan kesadaran sosial.

Hak atas foto Kate Stephens
Image caption Kalangan aktivis lingkungan mengatakan diperlukan upaya serius untuk mengubah cara pandang warga tentang sampah.

Diperlukan inves tasi untuk mengajar anak-anak tentang limbah dan daur ulang, katanya, tetapi itu harus dipadukan dengan perbaikan dalam sikap dan perilaku publik.

"Misalnya kita sudah mendidik siswa, namun ketika mereka ke luar sekolah dan menghadapi ekosistemnya masih rusak dan orang-orang membuang sampah sembarangan di mana-mana, mereka bingung. Sehingga dibutuhkan kedua sisi itu: pendidikan dan juga penegakan hukum oleh masyarakat."

Skala monumental

Seorang ilmuwan lingkungan dari Belanda, Profesor Ad Ragas dari Universitas Radboud yang memiliki pengalaman panjang ihwal masalah plastik Indonesia, mengatakan kepada saya dia telah mendeteksi perubahan penting di kalangan pihak berwenang.

Dua tahun lalu, ketika ia menyelenggarakan lokakarya tentang polusi plastik di Bandung, "pejabat pemerintah tampaknya tidak peduli tentang hal itu, mereka tidak melihatnya sebagai masalah yang sangat besar".

Sebaliknya, di lokakaryayang diadakan bulan lalu, " ;hal itu berubah secara dramatis".

Hak atas foto David Shukman
Image caption Para pemulung mencari botol plastik di tempat pembuangan sampah untuk dijual dan didaur ulang.

Media sosial, yang dengan cepat menyampaikan citra saluran air yang tercekik, telah membuat perbedaan bagi orang-orang, katanya.

"Mereka segera melihat bahwa 'inilah yang terlihat oleh sungai saya sekarang dan saya melakukan itu karena saya membuang semua plastik ini' sehingga mereka mendapatkan umpan balik lebih cepat dari biasanya."

  • Kisah 'Putri Sampah' yang membina anak-anak di Bantar Gebang
  • Video viral sampah laut: Tujuh hal yang harus Anda ketahui dan apa solusin ya?
  • Konsumen Inggris harus bayar uang jaminan saat beli minuman kemasan, bagaimana Indonesia?

Tantangannya tidak hanya monumental dalam skala belaka, tetapi juga dalam kenyataan bahwa masalahnya terus muncul secara konstan.

Para prajurit yang kami filmkan sudah bermaksud memuat plastik-plastik itu ke atas truk, tetapi kendaraan yang dinanti tidak pernah tiba. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil tindakan yang berbeda: menggunakan mesin penggali untuk mendorong limbah agar hanyut ke hilir.

Saya bertanya pada seorang sersan apa yang akan terjadi pada limbah-limbah itu. Itu akan menjadi tugas unit lain untuk mengumpulkan (limbah plastik itu), katanya. Limbah itu menjadi masalah orang lain.

Tak jauh dari sebuah pesisir, di pinggiran Jakarta, kami menemukan sebuah kanal yang sepenuhnya tertutup dengan plastik.

Hak atas foto Kate Stephens
Image caption Problem sampah begitu besar sehingga untuk menanganinya otorita harus meminta bantuan personel militer.

Warga setempat mengeluh bahwa setiap kali mereka mencoba membersihkannya, akan datang lagi sampah plastik lain dari hulu, seperti yang terjadi di Bandung itu.

Yang paling apokaliptik dari itu semua adalah pemandangan di sebuah desa nelayan di pantai itu sendiri.

Lumpur di garis pantai benar-benar tersembunyi oleh lapisan tebal sampah plastik yang membentang ratusan meter.

Di sebuah jembatan yang melintasi samudera plastik itu seorang gadis kecil bermain balon.

Saat mimpi buruk plastik Indonesia sudah terpecahkan nanti, ia mungkin akan sudah dewasa.

Sumber: Google News | Berita 24 Jabar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »