www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Barat

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia PRIMA 2018: Menguak Potensi Lautan untuk Masa Depan

Posted by On 22.54

Indonesia PRIMA 2018: Menguak Potensi Lautan untuk Masa Depan

Indonesia PRIMA 2018: Menguak Potensi Lautan untuk Masa Depan

Pada era pemerintahan Presiden RI Jokowi-JK mencanangkan program nawacita yang salah satunya ingin mewujudkan Indonesia menjadi "Poros Maritim Dunia"

Indonesia PRIMA 2018: Menguak Potensi Lautan untuk Masa DepanIstimewaIndonesia Prima 2018 merupakan program kerjasama antara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Taruna dan Dosen Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), Universitas Sriwijaya, dan dari peneliti National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Para tim ekspedisi pelayaran maritime yang tergabung dalam Indonesia Program Initiative on Maritime observation and Analysis (Indonesia PRIMA) 2018 kembali menggarungi lautan lepas.

Indonesia Prima 2018 merupakan program kerjasama antara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Taruna dan Dosen Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), Universitas Sriwijaya, dan dari peneliti National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Tahun ini, merupakan tahun ke-4 dengan menggandeng Puslitbang Geologi Kelautan, Balitbang Kementerian ESDM dengan mengarungi lautan lepas selama 3 minggu hingga pertengahan Juni 2018 hingga menjelang hari Lebaran 1439 H di 5 titik di Samudera Hindia dan Perairan Barat Sumatera.

Mereka mulai berlayar dari Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat hingga 15 derajat lintang utara atau tepatnya di Teluk Benggala dan mengakhiri di Pelabuhan Sibolga.

Pada era pemerintahan Presiden RI Jokowi-JK mencanangkan program nawacita yang salah satunya ingin mewujudkan Indonesia menjadi “Poros Mari tim Dunia".

Baca: GAW Kototabang, Inovasi BMKG di Belantara Hutan Tropis

Sebagai langkah mendukung Poros Martim Dunia, Indonesia bekerjasama dengan Amerika melakukan program Indonesia Prima, salah satu dari 3 program utama yang menjadi prioritas agenda pembangunan kemaritiman, yakni observasi laut.

Ketersediaan data di Samudera Hindia sangat penting untuk prediksi iklim secara global karena seperti yang kita ketahui bahwa Samudera Hindia memiliki peranan penting dalam mempengaruhi pola cuaca dan iklim skala regional maupun global.

Seperti yang diungkapkan oleh Asisten Dosen Universitas Sriwijjaya Palembang Muhammad Nur, dengan melakukan ekspedisi ini semata-mata untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu baru dalam pengamatan data-data meteorologi maritim, atmosfer, oceanografi, dan pengamatan marine-geofisika, seperti salah satunya pengamatan cuaca setiap jam selama rute pelayaran.

“Ini merupakan tindakan konkrit dari Negara In donesia untuk mendukung pembangunan kemaritiman dan menegaskan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim," ujar Muhammad Nur dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/5/2018).

Ia juga menambahkan bahwa dirinya rela melakukan kegiatan ini pada bulan puasa di Laut lepas karena ingin mencari ilmu baru, data-data cuaca yang didapatkan dari pengamatan lapangan, karena data dari satelit terkadang terdapat gangguan terttup oleh awan.

“Kalau pada kegiatan ini, kita bisa langsung mengamati kondisi real sehingga nantinya bisa dibandingkan dengan dengan data-data satelit yang nantinya dapat untuk meningkatkan tingkat akurasi cuaca," tutur Muhammad Nur.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Dosen STMKG Hasti Amrih Rejeki bahwa dengan adanya penelitian tersebut para peneliti dapat membandingkan seberapa representative data-data satelit dengan data-data yang diperloleh dari observasi secara langsung.

"Tentunya, ada harapan besar dari kegiatan ini ya ng dapat membawa manfaat bagi pemahaman kita terhadap cuaca dan iklim sehingga kedepannya dapat menyediakan informasi cuaca, iklim, dan marine-geofisika secara cepat dan akurat untuk mendukung kegiatan di berbagai sektor, seperti sektor Kelautan dan Perikanan, sektor pariwisata, dan pertanian serta pemahaman kita terhadap sektor kemaritiman negara Indonesia di massa depan," kata Hasti.

Editor: Muhammad Zulfikar Sumber: Tribun Jakarta Ikuti kami di Kapolri Minta Pernyataan Teroris Aman Abdurrahman soal Bom Surabaya Diviralkan Sumber: Google News | Berita 24 J abar

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »